Kamis, 22 Maret 2012

Cerita di Dalam Kalbu

          Jalan yang ku tempuh begitu curam dan tajam. Ku berjalan di kehidupan yang maya, bagiku semua cerita berlalu bagai angin yang menghembus di udara lepas, semua aku lalui dengan apa adanya tanpa berharap datangnya suatu imbalan. Aku mempunyai sebuah mimpi yang begitu tinggi dan impian ku sulit ku gapai. Meski sulit ku tetap berusaha agar ku dapat meraih dan mewujudkannya. Selama ini semangat yang ku dapat adalah dari pengalaman hidup dimasa lalu, yang sangat sulit jika harus dilalui. Belum tentu pula semua orang dapat melaluinya. Namun seperti pepatah yang mengatakan bahwa Allah tidak akan memberikan Cobaan melebihi batas kemampuan orang tersebut. Dan semangat selanjutnya yaitu dari kedua orangtua ku yang sangat ku sayangi, demi mereka aku rela melakukan apapun, selagi jiwa ragaku masih mampu dan kuat untuk membantu dan bekerja untuk mereka aku takkan berhenti tuk kedua orangtuaku.

           ketika ku melihat sebuah cahaya yang begitu tarang, aku merasa berbeda dan sangat terheran. Dalam hati pun bertanya apakah gerangan Cayaha tersebut? Ku dekati dan ku lihat cahaya yang terang itu. Kumerasa bahagia ketika ku dekat dan akrab dengannya karena dia telah menyinari kehidupanku yang telah lama gelap dan ku berharap dapat bersama cahaya tersebut. Namun ketika ku Lebih membuka mata kusadar Bahwa Cahaya tersebut Bukanlah milikku. Aku sungguh menyadarinya, ku berharap bahwa apa yang aku alami adalah sebuah mimpi yang sangat sulit ku gapai. Agar aku tak menggantungkan hidupku dan hatikupun tak kecewa dengan cerita ini semua.



                           Karena Hatiku Hanya Untuk Sang Penerang 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar